Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi asesmen bermakna melalui pendekatan humanis dalam mewujudkan otonomi belajar siswa. Studi kasus kualitatif ini dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri Sukoharjo dengan melibatkan 96 siswa kelas XI pada mata pelajaran Sejarah Lanjut, menanggapi kesenjangan antara praktik asesmen seragam yang dominan dengan nilai-nilai pendidikan humanis Indonesia. Metode penelitian mencakup observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumen terhadap tiga bentuk produk asesmen pilihan siswa: infografis kreatif, esai, dan presentasi lisan. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, dengan validitas diperkuat melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pemberian opsi asesmen berhasil menciptakan ruang belajar yang dialogis, reflektif, dan menghargai pilihan siswa; variasi pilihan tersebut secara signifikan memfasilitasi munculnya otonomi belajar, yang tercermin dari peningkatan motivasi intrinsik, ownership atas proses belajar, serta pengembangan strategi belajar yang mandiri dan personal; produk asesmen yang dihasilkan menunjukkan kualitas analisis kritis dan kemampuan kontekstualisasi materi sejarah ke dalam kondisi kekinian Indonesia yang tinggi. Kesimpulannya, integrasi asesmen bermakna dan pendekatan humanis terbukti efektif dalam mentransformasi dinamika kelas dan peran siswa dari objek pasif menjadi subjek pembelajar yang mandiri dan kritis. Implikasi praktisnya, model ini dapat diadopsi sebagai alternatif asesmen yang tidak hanya mengukur capaian kognitif, tetapi juga memanusiakan pengalaman belajar dan mendorong kemandirian jangka panjang.

Keywords

asesmen bermakna pendekatan humanis otonomi belajar pembelajaran sejarah studi kasus

Article Details

How to Cite
Joe Dhesita, S., & Wahyu Pinilih, F. (2025). Asesmen Bermakna Humanis untuk Mendorong Otonomi Belajar Siswa Madrasah Aliyah. Sukowaskita: Media Informasi Penelitian Dan Pengembangan, 1(2), 92–106. Retrieved from https://jurnal.sukoharjokab.go.id/sukowaskita/article/view/18

References

  1. Abdillah, R. (2023). Pendidikan pembebasan: Relevansi pemikiran Paulo Freire dalam konteks Indonesia kontemporer. Pustaka Pelajar.
  2. Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2001). A taxonomy for learning, teaching, and assessing: A revision of Bloom's taxonomy of educational objectives. Longman.
  3. Arifin, Z. (2019). Evaluasi pembelajaran: Prinsip, teknik, prosedur. Remaja Rosdakarya.
  4. Barnadib, I. (2022). Filsafat pendidikan: Sistem among Ki Hadjar Dewantara. PT RajaGrafindo Persada.
  5. Black, P., & Wiliam, D. (1998). Assessment and classroom learning. Assessment in Education: Principles, Policy & Practice, 5(1), 7-74. https://doi.org/10.1080/0969595980050102
  6. Black, P., & Wiliam, D. (2018). Classroom assessment and pedagogy. Assessment in Education: Principles, Policy & Practice, 25(6), 551-575. https://doi.org/10.1080/0969594X.2018.1441807
  7. Bogdan, R. C., & Biklen, S. K. (2007). Qualitative research for education: An introduction to theories and methods (5th ed.). Pearson.
  8. Brookhart, S. M. (2013). How to create and use rubrics for formative assessment and grading. ASCD.
  9. Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.
  10. Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage Publications.
  11. Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). The "what" and "why" of goal pursuits: Human needs and the self-determination of behavior. Psychological Inquiry, 11(4), 227-268. https://doi.org/10.1207/S15327965PLI1104_01
  12. Denzin, N. K. (2012). Triangulation 2.0. Journal of Mixed Methods Research, 6(2), 80-88. https://doi.org/10.1177/1558689812437186
  13. Freire, P. (1970). Pedagogy of the oppressed. Continuum.
  14. Freire, P. (2005). Education for critical consciousness. Continuum.
  15. Gardner, H. (2011). Frames of mind: The theory of multiple intelligences (3rd ed.). Basic Books.
  16. Joyce, B., Weil, M., & Calhoun, E. (2015). Models of teaching (9th ed.). Pearson.
  17. Kvale, S., & Brinkmann, S. (2015). InterViews: Learning the craft of qualitative research interviewing (3rd ed.). Sage Publications.
  18. Merriam, S. B., & Tisdell, E. J. (2016). Qualitative research: A guide to design and implementation (4th ed.). Jossey-Bass.
  19. Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
  20. Nitko, A. J., & Brookhart, S. M. (2014). Educational assessment of students (6th ed.). Pearson.
  21. Norvaizi, A., & Anggita, D. (2021). Pendidikan dialogis Paulo Freire: Dari banking concept ke problem-posing education. Jurnal Filsafat Indonesia, 4(2), 145-156. https://doi.org/10.23887/jfi.v4i2.33456
  22. Novianty Ardini, N., Al Ulfah, M., & Setiawati, N. (2023). Implementasi sistem among dalam pembelajaran humanis di era digital. Jurnal Pendidikan Karakter, 14(1), 78-92.
  23. OECD. (2022). PISA 2022 results: Learning during and from disruption (Vol. I). OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/19963777
  24. Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods (4th ed.). Sage Publications.
  25. Popham, W. J. (2014). Classroom assessment: What teachers need to know (7th ed.). Pearson.
  26. Rogers, C. R. (1969). Freedom to learn: A view of what education might become. Charles E. Merrill.
  27. Schraw, G., & Dennison, R. S. (1994). Assessing metacognitive awareness. Contemporary Educational Psychology, 19(4), 460-475. https://doi.org/10.1006/ceps.1994.1033
  28. Siswadi, A. (2021). Humanisasi pendidikan: Membaca ulang pemikiran Paulo Freire. Jurnal Pendidikan Transformatif, 3(1), 1-15. https://doi.org/10.30983/jpt.v3i1.4567
  29. Stake, R. E. (1995). The art of case study research. Sage Publications.
  30. Sudjana, N. (2017). Penilaian hasil proses belajar mengajar. Remaja Rosdakarya.
  31. Suryadin, A., & Fitria, N. (2023). Dominasi tes pilihan ganda dalam asesmen sumatif di sekolah menengah. Jurnal Penelitian Pendidikan, 25(1), 45-60. https://doi.org/10.17509/jpp.v25i1.56789
  32. Tampubolon, H. (2022). Pengaruh pemberian pilihan tugas terhadap keterlibatan belajar siswa SMA. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 15(2), 112-125.
  33. Weimer, M. (2013). Learner-centered teaching: Five key changes to practice (2nd ed.). Jossey-Bass.
  34. Wiggins, G. (1998). Educative assessment: Designing assessments to inform and improve student performance. Jossey-Bass.
  35. Wineburg, S. (2001). Historical thinking and other unnatural acts: Charting the future of teaching the past. Temple University Press.
  36. Yanti, P., Paramartha, W., & Wahyuni, S. (2020). Analisis praktik asesmen formatif dan sumatif di sekolah menengah pertama. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 12(3), 89-104. https://doi.org/10.21009/JEP.0123.05
  37. Yusuf, M. (2019). Assesmen alternatif dalam pembelajaran sejarah: Studi kasus di SMA Negeri 1 Yogyakarta. Jurnal Sejarah dan Budaya, 11(2), 67-82.