Main Article Content

Abstract

Posyandu Plus merupakan transformasi layanan kesehatan berbasis komunitas yang mendukung pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM), termasuk aspek kesehatan jiwa. Namun, layanan kesehatan jiwa di tingkat Posyandu masih terbatas pada skrining dasar tanpa tindak lanjut, sistem rujukan, maupun pelatihan khusus bagi kader. Penelitian ini bertujuan merancang model integrasi layanan kesehatan jiwa dalam Posyandu Plus dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dummy diperoleh melalui wawancara terhadap enam informan kunci, observasi kegiatan Posyandu di lima kelurahan, serta telaah dokumen kebijakan lokal. Hasil menunjukkan bahwa 70% kader menyatakan belum pernah mendapatkan pelatihan kesehatan jiwa, 80% pencatatan masih manual, dan 65% responden menyebutkan tidak ada SOP rujukan tertulis. Sebagai respons, disusun model integrasi berbasis tiga pilar: (1) skrining dan rujukan komunitas adaptif, (2) pelatihan kader dengan pendekatan praktis, dan (3) pelaporan digital terhubung dengan sistem informasi kesehatan daerah. Model ini diharapkan memperkuat kapasitas Posyandu Plus sebagai layanan primer yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan kesehatan jiwa masyarakat.

Keywords

Posyandu Plus kesehatan jiwa integrasi layanan SPM komunitas

Article Details

How to Cite
Defa, S., Munawwarah, M., Sugiarta, G., Widiyanto, W. W., & Marjono, M. (2025). Model Integrasi Layanan Kesehatan Jiwa dalam Posyandu Plus Berbasis SPM. Sukowaskita: Media Informasi Penelitian Dan Pengembangan, 1(1), 15–20. Retrieved from https://jurnal.sukoharjokab.go.id/sukowaskita/article/view/2

References

  1. Adiwinoto, D. S., & Oktariyanda, T. A. (2021). Kualitas Pelayanan Program Posyandu Jiwa Terhadap Pasien Odgj (Orang Dengan Gangguan Jiwa) Di Desa Mojotamping Kabupaten Mojokerto. Publika, 53–68. https://doi.org/10.26740/publika.v9n2.p53-68
  2. Aisyah, D. N., Setiawan, A. H., Lokopessy, A. F., Faradiba, N., Setiaji, S., Manikam, L., & Kozlakidis, Z. (2024). The Information and Communication Technology Maturity Assessment at Primary Health Care Services Across 9 Provinces in Indonesia: Evaluation Study. JMIR Medical Informatics, 12, e55959–e55959. https://doi.org/10.2196/55959
  3. Andriani, R., Pertiwi, J., & Nisaa, A. (2024). Technology Readiness and Acceptance Model (TRAM) Pada Pengguna Rekam Medis Elektronik. J-REMI : Jurnal Rekam Medik Dan Informasi Kesehatan, 5(4), 363–372. https://doi.org/10.25047/j-remi.v5i4.4795
  4. Derecho, K. C., Cafino, R., Aquino-Cafino, S. L., Isla, A., Esencia, J. A., Lactuan, N. J., Maranda, J. A. G., & Velasco, L. C. P. (2024). Technology adoption of electronic medical records in developing economies: A systematic review on physicians’ perspective. DIGITAL HEALTH, 10. https://doi.org/10.1177/20552076231224605
  5. Dinas Kesehatan Kota Surakarta. (2024). Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinkes Surakarta. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 5–24.
  6. Fita Rusdian Ikawati, & M. Syauqi Haris. (2024). Challenges in Implementing Digital Medical Records in Indonesian Hospitals: Perspectives on Technology, Regulation, and Data Security. Proceeding of The International Conference of Inovation, Science, Technology, Education, Children, and Health, 4(2), 01–25. https://doi.org/10.62951/icistech.v4i2.70
  7. Gannika, L., Mulyadi, M., & Rotty, M. P. F. (2025). Pelatihan Kader Posyandu Untuk Pemantauan Tumbuh Kembang Bayi dan Balita Di Kota Manado. Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 193–200. https://doi.org/10.53770/amjpm.v4i2.363
  8. Hariy, R. T. S., Handiyani, H., Amiruddin, M. H., Wildani, A. A., Afriani, T., & HSU, M. H. (2025). Exploring Stakeholder Experiences with Electronic Medical Records in Indonesia’s Digital Health Transformation. https://doi.org/10.21203/rs.3.rs-5394530/v1
  9. Hossain, M. K., Sutanto, J., Handayani, P. W., Haryanto, A. A., Bhowmik, J., & Frings-Hessami, V. (2025). An exploratory study of electronic medical record implementation and recordkeeping culture: the case of hospitals in Indonesia. BMC Health Services Research, 25(1), 249. https://doi.org/10.1186/s12913-025-12399-0
  10. Ikram, A., Mehmood, H., Arshad, M. T., Rasheed, A., Noreen, S., & Gnedeka, K. T. (2024). Applications of artificial intelligence (AI) in managing food quality and ensuring global food security. CyTA - Journal of Food, 22(1). https://doi.org/10.1080/19476337.2024.2393287
  11. Irsan, M. (2016). Pentingnya Penggunaan Metode Dalam Pembelajaran Di Man 2 Parepare. IAIN Pare, 1–23.
  12. Miles, M. B., Huberman, A. M., Saldana, J. (2019). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd Ed.). SAGE.
  13. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 Tentang Rekam Medis (2022).
  14. Saputra, N. I., Wulan, W. R., Rahmatsyah, H., Ashari, D. N., Virgiandita, Z., Indriany, D., & Pragholapati, A. (2025). Gambaran Skrining Kesehatan Mental Gen Z dengan SRQ-29. Buletin Riset Psikologi Dan Kesehatan Mental (BRPKM), 5(1), 42–48. https://doi.org/10.20473/brpkm.v5i1.72485
  15. Saputra, Y., Ashila, M. N., & Muliarini, P. (2022). Readiness and Acceptance of Electronic Medical Records Among Health Professionals in Indonesia. Proceedings of 7th ICGSS Sustainable Innovation Legal Policy, Alternative Technology and Green Economy, 81–92. https://www.jurnal.unmer.ac.id/index.php/icgss/article/view/9274
  16. Spagnolo, J., & Lal, S. (2021). Implementation and use of the Mental Health Gap Action Programme Intervention Guide (mhGAP-IG): A review of the grey literature. Journal of Global Health, 11, 1–13. https://doi.org/10.7189/jogh.11.04022
  17. Windarwati, H. D., Susanti, H., Brooks, H., Wardani, I. Y., Hasniah, Raya, M., Ati, N. A. L., & Sari, H. (2023). Lay community mental health workers (cadres) in Indonesian health services: A qualitative exploration of the views of people with mental health problems and their families. PLOS ONE, 18(11), e0289943. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0289943